5 Manfaat Anda Menulis

Seorang Ilmuwan Muslim, Al Razi dari Persia (864-930 M) menulis sekitar 20.000 lembar halaman buku dalam setahun. Ia menulis siang dan malam selama 15 tahun hingga tangannya lumpuh. (www.google.com). Bukan hanya ilmuwan yang bisa menulis, setiap orang bisa menulis karena menulis bukan berasal dari bakat.

Menulis itu ibarat menuangkan air kendi ke dalam gelas. Maksudnya adalah menulislah apapun yang ada di pikiranmu, mulai dari hal-hal kecil termasuk pengalaman sehari-hari. Hal ini senada dengan ucapan Jk Rowling “Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.”

Terkadang banyak orang menganggap remeh menulis. Mereka sering bertanya “Untuk apa menulis?, Apa manfaat menulis?”. Kalau kita cermati, ada banyak manfaat dari menulis. Disini, penulis menemukan lima manfaat menulis, sebagai berikut:

1. Mendapatkan Popularitas dan Passive income

Kamu pasti tahu Raditya Dika. Dia adalah penulis jenaka remaja terkenal di Indonesia. Berkat keisengan menulis di blog bisa sampai diangkat di layar lebar. ‘Kambing Jantan’ merupakan film perdana Raditya Dika bercerita tentang pengalaman hidup dia semasa ia kuliah di salah satu Universitas di Australia. Jadi, tidak ada salahnya kita iseng-iseng menulis di blog. Siapa tahu tulisan kita banyak dibaca orang dan banyak followernya sehingga di tawari oleh penerbit untuk dijadikan buku dan di angkat ke layar lebar seperti Raditya Dika.

2. Mengurangi Stress

Jika Anda mempunyai tekanan, beban dan masalah sehingga membuat Anda stress. Cobalah Anda menulis. Menurut James W Pennebaker. Ph.D dari University Texas dan penulis Opening Up: The Healing Power Of Expressing Emotions yang dikutip oleh Beatrix (2011), kondisi mental orang-orang yang terbiasa mengekspresikan emosi atau unek-unek melalui menulis itu lebih stabil di bandingkan dengan orang-orang yang tidak biasa menulis. Jadi dengan menulis sebuah buku, hormon-hormon di dalam tubuh Anda akan bekerja mengurangi stress yang negatif.

3. Meningkatkan kreativitas

Otak manusia terdiri dari dua bagian, otak kiri dan otak kanan. Fungsi kerja otak kiri adalah sistematis sedangkan fungsi kerja otak kanan adalah kreativitas. Menulis membutuhkan daya kreativitas tinggi. Hanya orang kreatif yang bisa menjadikan hal biasa menjadi luar biasa. Oleh karena itu, orang yang suka menulis berarti mengoptimalkan otak kanan.

4. Karyanya selalu abadi

Menurut Morey Stettner (dalam Ibrahim, 2011) menyatakan bahwa “sebagian besar orang rata-rata mampu berbicara sebanyak 150 sampai 200 kata per menit.” Bisa dibayangkan per menit saja menghasilkan 200 kata. Bagaimana dengan per jam dan per hari?. Lisan itu bisa hilang seiring berjalannya waktu tapi menulis kapan pun tidak akan bisa hilang dimakan waktu. Ada ungkapan yang mengatakan manusia mati meninggalkan nama tapi penulis mati meninggalkan karyanya yang abadi. Pantas, jika Pramoedya Ananta Noer berujar “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

5. Memajukan Peradaban

Dulu, banyak orang belum mengenal Pulau Belitung. Dari berbagai sumber di google, Pulau Belitung adalah kepulauan yang kaya akan penghasil timahnya. Dari segi objek wisata juga belum banyak orang menaruh minat perhatian di Pulau Belitung. Sejak Novel Laskar Pelangi ditulis oleh Andrea Hirata terbit dan laris di dalam negeri bahkan di luar negeri. Pulau Belitung menjadi terkenal dan banyak orang penasaran dengan Pulau Belitung sehingga Kepulauan Belitung menjadi Objek wisata Lokal dan manca Negara. Banyak agen travel menawarkan rute wisata Laskar Pelangi ke Pulau Belitung.

Nah, Anda sudah tahu manfaat menulis. Kata Sayyidina Ali “Ilmu itu bagai hewan buruan dan tulisan itu adalah talinya, maka ikatlah buruan itu dengan tali yang kuat.” Jadi, Tunggu apalagi menulislah sekarang juga. []

Oleh: Muhammad Syaid Agustiar, agustiar1988@yahoo.com via Islampos.com